Cinta Sejati Yang Tak Lekang Oleh Waktu

Oleh: Nurwahidah Ramadhani


Persuasion merupakan novel Jane Austen pertama yang saya baca. Namun, saya sudah jatuh cinta pada karyanya sejak menonton film Pride and Prejudice (yang diadaptasi dari novel  berjudul sama oleh Jane Austen). Menyukainya sebelum membaca karyanya!
Sejak dulu saya penasaran sekali dengan karya-karyanya yang mengambil setting di Inggris sekitar awal tahun 1800-an. Beruntung saya men-download aplikasi iJakarta dan e-book  novel ini punya beberapa salinan yang bisa dipinjam. Senangnya dalam hati!

Buku ini ditulis dengan sudut pandang orang ketiga dan sangat penuh dengan narasi –namun saya tak merasa bosan.

Cerita ini dimulai dengan perkenalan tokoh Sir Walter Elliot yang memiliki tiga puteri yaitu Elizabeth, Anne dan Mary. Istrinya, Lady Elliot sudah meninggal dunia di tahun 1800. Walaupun semua mendapat porsinya masing-masing, namun cerita ini berfokus pada kehidupan Anne.

Di waktu muda, Anne pernah menjalin hubungan dengan seorang Wenthworth yang bekerja di angkatan laut. Mereka saling mencintai dan sempat bertunangan. Namun, atas bujukan (persuasion) Lady Russel, sahabat almarhumah ibunya yang begitu menyayanginya, untuk memikirkan bahkan memutuskan hubungan mereka karena Wenthworth tidak punya apa-apa dan terlalu ceroboh dalam berbicara ataupun bersikap, Anne pun merelakan hubungan mereka berakhir.

Bertahun-tahun kemudian Wenthworth kembali lagi dengan membawa kemapanan namun sudah keburu sakit hati. Ia justru terkesan mendekati perempuan lain yaitu Harietta dan Louisa dan membuat Anne sedih.

Di sisi lain, Mr. Elliot, calon pewaris gelar kebangsawanan Sir Walter Elliot yang tidak memiliki anak laki-laki muncul dan berniat menjadikan Anne istrinya. Tak hanya itu, ada juga sosok kapten Benwick yang mengagumi pikiran-pikiran Anne.

Pada siapakah Anne melabuhkan hatinya?

Novel ini benar-benar sesuai dengan novel kesukaan saya. Walaupun setting-nya sangat jadul namun gaya penceritaan Jane membuat saya terus membaca novel ini hingga akhir. Saya sering tersenyum, merasa betapa halusnya Jane menuliskan kisah ini. Ide utama cerita masih tetap terasa penting hingga saat ini. Persuasion yang diartikan sebagai bujukan, memang masih sering menggoyahkan keputusan seseorang dan akibatnya sering membuat kita menyesal. Namun, Jane juga mengajarkan pada kita bahwa sebaiknya kita jangan menyesali keputusan yang telah dibuat, kita hanya perlu belajar dari masa lalu dan memperbaiki saat ini agar bahagia di masa depan.


Data buku

Judul: Persuasion

Penulis: Jane Austen

Diterjemahkan oleh: Reni Indardini

Penyelaras aksara: Lani Rahmah

Penata aksara: Denny Prabowo

Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah

ISBN: 978-602-0989-45-7

Penerbit: Noura Books

Bentuk: E-book iJak (381 halaman) 

Iklan